Pohon Sahabi.
Kisah pohon tempat nabi Muhammad Saw berteduh masih hidup sampai sekarang.
Disinilah Nabi Muhammad pernah berteduh sambil menjaga unta dan dagangan para kabilah.
dahan-dahan pohon Sahabi ini melindungi nabi Muhammad Saw dari teriknya panas matahari.
pohon in berada di tengah-tengah padang pasir gersang di yordania. meski hidup di tenga-tengah padang pasir yang panas pohon ini tumbuh subur dan bertahan selama ribuan tahun lamanya.
karena menjadi satu-satunya sahabat nabi yang masih hidup, pohon ini sering dikunjungi muslim dari seluruh dunia.
kadang pohon ini sering menggugurkan daun kemudian tumbuh subur kembali. waktu kecil Nabi Muhammad Saw pernah diajak pamannya Abu Thalib menuju basra, Syam untuk berdagang ditengah perjalanan saat beliau masih kecil bertemu dengan seorang pendeta Nasrani bernama Buhaira, pendeta itu mengetahui tanda-tanda kenabian Muhammad berdasarkan Alkitab
Saat bertemu rombongan Abu Thalib, pendeta itu melihat seorang anak dengan tanda-tanda kenabian, kemudian Buhaira menjamu kabilah untuk makan siang. Namun Muhammad tidak datang kejamuan tersebut karna ditugaskan untuk menjaga unta dan barang dagangan sambil berteduh dibawah pohon sahabi. melihat Muhammad tidak hadir Buhaira segera mencari anak kecil itu.
Buhaira melihat ciri-ciri kenabian ketika dahan-dahan pohon itu melindungi Muhammad dari teriknya matahari. dia semakin yakin anak kecil itu kelak menjadi nabi terakhir.
Pohon itu ditemukan masih hidup oleh seorang pangeran Yordania.
ajaibnya pohon itu bisa bertahan hidup selama ribuan tahun ditempat yang sangat panas dan tidak ada tumbuhan lain. ALLAH SWT sengaja menghidupkan pohon Sahabi untuk jadi pengingat dan bukti sejarah Islam dimasa lalu.
Blog tentang Artikel keislaman, Dakwah Islam, tata cara Sholat, Menyelenggarakan Jenazah Lengkap, doa- doa Mustajab, kumpulan Kisah- Kisah islami.
Sunday, February 24, 2019
Thursday, February 21, 2019
Tata Cara Menggali Dan menguburkan Jenazah Sesuai Sunnah
Menguburkan Jenazah.
setelah memandikan mayat dan selesai mengkafani mayat, maka selanjutnya menguburkan mayat.
berikut tata cara dalam menggali kuburan.
Menggali kuburan dan liang lahat dianjurkan membaca doa sebagai berikut:
1. Doa menggali kuburan:
2. Doa Membuat liang lahat:
a. Kepalan pertama diletakkan dekat kepala mayat.
b. Kepalan kedua diletakkan di pinggang mayat.
c. Kepalan ketiga diletakkan di kaki si mayat.
Dengan membaca doa shurah thoha ayat 55.
artinya: dari tanah kamu dijadikan dan dari tanah pula kamu dikembalikan dan dari tanah pula kamu dibangkitkan.
Setelah itu ditutup dengan papan dan serta ditimbun secara hati-hati.
Beberapa hadist tentang Jenazah:
1. Hadis riwayat Al-Turmidzi dan al-Nasa'i yang di shahihkan oleh Ibn Hibban yang bersumber dari Abu Hurairah.
artinya: perbanyaklah mengingat pemutus kesenangan yaitu mati.
setelah memandikan mayat dan selesai mengkafani mayat, maka selanjutnya menguburkan mayat.
berikut tata cara dalam menggali kuburan.
Menggali kuburan dan liang lahat dianjurkan membaca doa sebagai berikut:
1. Doa menggali kuburan:
هُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ فِي الْأَرْضِ
2. Doa Membuat liang lahat:
اَلْلهُمَّ ا جْعَلْنِي مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُوْ
مِنِيْنَ
Setelah kuburan selesai maka jenazah dimasukan kedalam kubur dan dimiringkan menghadap kiblat lalu pipi sebelah kanan dicahkan ketanah dan seluruh ikatan dibuka dan diletakkan dekat kaki si mayat sesudah itu diberi dengan 3 kepalan tanah yang diletakkan di bagiana. Kepalan pertama diletakkan dekat kepala mayat.
b. Kepalan kedua diletakkan di pinggang mayat.
c. Kepalan ketiga diletakkan di kaki si mayat.
Dengan membaca doa shurah thoha ayat 55.
۞ مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً
أُخْرَىٰ
artinya: dari tanah kamu dijadikan dan dari tanah pula kamu dikembalikan dan dari tanah pula kamu dibangkitkan.
Setelah itu ditutup dengan papan dan serta ditimbun secara hati-hati.
Beberapa hadist tentang Jenazah:
1. Hadis riwayat Al-Turmidzi dan al-Nasa'i yang di shahihkan oleh Ibn Hibban yang bersumber dari Abu Hurairah.
artinya: perbanyaklah mengingat pemutus kesenangan yaitu mati.
Tuesday, February 19, 2019
Tata Cara Mengkafani Jenazah Lengkap Dengan Doa
Dalam menyelenggarakan jenazah, mengafani jenazah ada beberapa masalah yang harus di fahami diantaranya:
1. Sumber kain kafan yang diperoleh, sebaiknya kain kafan diambilkan dari harta si mayat, kalau beliau tidak nempunyai harta maka diambilkan dari orang yang membelanjainya, atau orang yang menanggung hidupnya. Seandainya orang yang membelanjainya tidak mampu kain kafan diambilkan dari Baitul Mal yang diatur dalam hukum Islam, jika Baitul Mal tidak ada maka kain kafan ditanggung para muslim.
2. Sifat-sifat Kain Kafan diantaranya:
a. kain kafan berwarna putih karna warna putih merupakan warna yang baik dan bersih.
b. Kain Kafan tidak boleh berlebihan dan tidak boleh pula dengan harga yang mahal karna kain kafan akan hancur didalam tanah dan fungsinya hanya menutup tubuh si mayat.
c. Orang yang hidup lebih berhak memakai kain harga yang mahal dan segala yang baru.
3. Bilangan dan Lipatan Serta Cara Mengafani.
Kain Kafan untuk jenazah laki-laki ada 3 lapis diantaranya:
a. 2 lapis sebagai hamparan
b. 1 lapis sebagai sarung atau baju.
Kain Kafan untuk jenazah perempuan ada 5 lapis diantaranya:
a. 2 Lapis sebagai hamparan
b. 1 Lapis untuk Mukenah
c. 1 Lapis untuk baju
d. 1 Lapis untuk Sarung
Cara Menyusun Kain Kafan.
1. Letakkan kain kafan 2 lapis sebagai hamparan. Lalu susunlah kapas diatas kain hamparan tersebut secukupnya. Perlu diperhatikan fungsi kapas dalam kain kafan bukan sebagai kasur tetapi mengantisipasi bila terdapat cairan yang keluar dari jenazah. Diatas kapas ditaburkan wangi-wangian seperti kapur barus dll.
2. Sesudah itu letakkan kain kafan yang ketiga yaitu mukenah dan yang keempat baju dan ke lima sarung.
3. Kain Kafan diikat dengan pinggir kain kafan sebanyak 5 ikatan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. 2 ikatan pendek dengan ketentuan satu ikatan di atas kepala dan satu ikatan lagi dibawah kaki si mayat.
b. 3 ikatan panjang dengan ketentuan satu ikatan disiku satu lagi di pinggul dan satu lagi di lutut si mayat.
Cara mengafani Jenazah Perempuan:
1. Letakakan jenazah pada kain kafan yang telah disusun tadi dan mengafani jenazah mulai dari kaki sampai kepala.
2. Berilah kapas sekedarnya dari kaki sampai pinggul si mayat dan pasangkan sarungnya.
3. Setelah itu beri kapas dari pinggang sampai ke leher mayat dan lipatlah tangannya dengan dwngan ketentuan tangan kanan di atas tangan kiri, atau boleh juga kedua tangan diluruskan sehingga setentang dengan lambung dengan rusuknya dengan memakai ikatan sebayak 5 ikatan.
Ikatan pertama dibawah kai si mayat
Ikatan kedua dilutut si mayat
Ikatan ketiga di pinggang si mayat
Ikatan keempat di siku si mayat
Ikatan kelima diatas kepala si mayat

4 membaca doa setelah mengafani.
Alhamdulillahirabbilngalamin
wassala tu wassala mu ngala asrafil anbiya i walmurshalin wangala Alihi waashabihi ajmangiin
Allhummagfirlilmuslimina walmuslimati walmukminina walmukminati ahya i minhum wal amwat
Allahumagfirlahu warhamhu wangafihi wangfunganhu waakrim nuzulahu wawassang madkhalahu wangsilhu bilma i wassalkhi walbaradi wanakkahi minal khataya kama yunakka sawbu abyadhu minaddanasi waabdhilhu dharan khairan min dharihi wa ahlan khayran min ahlihi wazawja khairan min zawjihi whakihi fitnathal kabri wangaza bannari..
Allahumma Latahrimna ajrahu wala tafthinna bangdahu wangfirlana walahu waikhwaninallazi na sabakhuna bil imanni wala tajngal fi khulubina gillalillazi na amanu rabbana innakha raufu rahim
rabbana atina piddunya hasanah wafil akhirathi hasanah wakhina ngaza bannar, Subbhana rabbaka rabbal ngizzati ngamma yashifuna wasalamuangala murshalin walhamdulillahirabbilngalamin
1. Sumber kain kafan yang diperoleh, sebaiknya kain kafan diambilkan dari harta si mayat, kalau beliau tidak nempunyai harta maka diambilkan dari orang yang membelanjainya, atau orang yang menanggung hidupnya. Seandainya orang yang membelanjainya tidak mampu kain kafan diambilkan dari Baitul Mal yang diatur dalam hukum Islam, jika Baitul Mal tidak ada maka kain kafan ditanggung para muslim.
2. Sifat-sifat Kain Kafan diantaranya:
a. kain kafan berwarna putih karna warna putih merupakan warna yang baik dan bersih.
b. Kain Kafan tidak boleh berlebihan dan tidak boleh pula dengan harga yang mahal karna kain kafan akan hancur didalam tanah dan fungsinya hanya menutup tubuh si mayat.
c. Orang yang hidup lebih berhak memakai kain harga yang mahal dan segala yang baru.
3. Bilangan dan Lipatan Serta Cara Mengafani.
Kain Kafan untuk jenazah laki-laki ada 3 lapis diantaranya:
a. 2 lapis sebagai hamparan
b. 1 lapis sebagai sarung atau baju.
Kain Kafan untuk jenazah perempuan ada 5 lapis diantaranya:
a. 2 Lapis sebagai hamparan
b. 1 Lapis untuk Mukenah
c. 1 Lapis untuk baju
d. 1 Lapis untuk Sarung
Cara Menyusun Kain Kafan.
1. Letakkan kain kafan 2 lapis sebagai hamparan. Lalu susunlah kapas diatas kain hamparan tersebut secukupnya. Perlu diperhatikan fungsi kapas dalam kain kafan bukan sebagai kasur tetapi mengantisipasi bila terdapat cairan yang keluar dari jenazah. Diatas kapas ditaburkan wangi-wangian seperti kapur barus dll.
2. Sesudah itu letakkan kain kafan yang ketiga yaitu mukenah dan yang keempat baju dan ke lima sarung.
3. Kain Kafan diikat dengan pinggir kain kafan sebanyak 5 ikatan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. 2 ikatan pendek dengan ketentuan satu ikatan di atas kepala dan satu ikatan lagi dibawah kaki si mayat.
b. 3 ikatan panjang dengan ketentuan satu ikatan disiku satu lagi di pinggul dan satu lagi di lutut si mayat.
Cara mengafani Jenazah Perempuan:
1. Letakakan jenazah pada kain kafan yang telah disusun tadi dan mengafani jenazah mulai dari kaki sampai kepala.
2. Berilah kapas sekedarnya dari kaki sampai pinggul si mayat dan pasangkan sarungnya.
3. Setelah itu beri kapas dari pinggang sampai ke leher mayat dan lipatlah tangannya dengan dwngan ketentuan tangan kanan di atas tangan kiri, atau boleh juga kedua tangan diluruskan sehingga setentang dengan lambung dengan rusuknya dengan memakai ikatan sebayak 5 ikatan.
Ikatan pertama dibawah kai si mayat
Ikatan kedua dilutut si mayat
Ikatan ketiga di pinggang si mayat
Ikatan keempat di siku si mayat
Ikatan kelima diatas kepala si mayat

4 membaca doa setelah mengafani.
Alhamdulillahirabbilngalamin
wassala tu wassala mu ngala asrafil anbiya i walmurshalin wangala Alihi waashabihi ajmangiin
Allhummagfirlilmuslimina walmuslimati walmukminina walmukminati ahya i minhum wal amwat
Allahumagfirlahu warhamhu wangafihi wangfunganhu waakrim nuzulahu wawassang madkhalahu wangsilhu bilma i wassalkhi walbaradi wanakkahi minal khataya kama yunakka sawbu abyadhu minaddanasi waabdhilhu dharan khairan min dharihi wa ahlan khayran min ahlihi wazawja khairan min zawjihi whakihi fitnathal kabri wangaza bannari..
Allahumma Latahrimna ajrahu wala tafthinna bangdahu wangfirlana walahu waikhwaninallazi na sabakhuna bil imanni wala tajngal fi khulubina gillalillazi na amanu rabbana innakha raufu rahim
rabbana atina piddunya hasanah wafil akhirathi hasanah wakhina ngaza bannar, Subbhana rabbaka rabbal ngizzati ngamma yashifuna wasalamuangala murshalin walhamdulillahirabbilngalamin
Tata Cara Memandikan Jenazah Lengkap Menurut Sunnah
Memandikan Jenazah.
Didalam pelaksanaan memandikan jenazah yang paling berhak adalah keluarga terdekat. Bila jenazah laki-laki maka dimandikan oleh laki-laki dan jenazah perempuan dimandikan perempuan. Jenazah laki-laki istrinya ikut memandikan dan begitu juga sebaliknya.
Cara memandikan jenazah minimal adalah meratakan air keseluruh tubuh jenazah setelah dibersihkan dari najis. Tata cara pelaksanaan yang lebih detil adalah sebagai berikut:
1. Tempat memandikan diruangan tertutup dan yang tidak ikut memandikan tidak boleh menyaksikan tubuh jenazah agar terhindat dari fitnah. Jenazah diletakkan ditempat yang lebih tinggi dari lantai misal di atas dipan atau tempat mandi mayat agar air bekas mandi tidak bolak balik ketubuh jenazah dan kepalanya ditinggikan sedikit dengan memakai bantal atau lipatan kain.
2. Untuk mengatasi kemungkinan adanya bau tidak sedap maka dianjurkan memakai wangi-wangian. 3. Kalau seandainya bertemu pada anggota badan jenazah luka-luka, memar ataupun ada yang rusak dalam tubuh jenazah dibersihkan dengan kapas dan tidak disabuni. Usahakan tidak melakukan kontak langsung dengan jenazah, pakailah sarung tangan untuk membersihkannya.
Syarat jenazah yang dimandikan adalah:
1. Jenazah itu orang islam
2. Didapati tubuhnya walaupun sedikit
3. Jenazah itu bukan mati syahid.
Cara-cara memandikan jenazah
1. Angkatlah jenazah dengan membaca shalawat dan doa.
Doanya sebagai berikut:
Artinya: Dengan Nama ALLAH dan atas agama Rasullullah.
Doa ini dibaca waktu memejamkan mata jenazah dan meluruskan yang bengkok-bengkok pada jenazah seperti tangan dan kaki.
Setelah itu memasang niat untuk memandikan jenazah. Niatnya sebagai berikut:
a. Niat memandikan mayat perempuan.
نويت الغسل هذه الميتة فرض القفية لله تعل
Artinya: sengaja aku memandikan ini mayat perempuan fardu kifayah karna ALLAH.
b. Niat memandikan mayat laki laki.
Nawaitu gusla hizal mayati fardhu kifayah Lillahitangala
Artinya: sengaja aku memandikan ini mayat laki-laki fardhu kifayah karena ALLAH.
2. Memandikan mayat mulailah dari sebelah kanan.
3. Sirami dengan bilangan ganjil pada awal memandikan sebanyak 3 kali dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Siraman sebelah kanan dengan membaca :
Allahummagfirlahu Ya Rahman
Artinya: ya AlLAH ampunilah dia wahai Tuhan yang Maha Pengasih.
b. Siraman sebelah kiri dengan membaca
warhamhu Ya Rahim
artinya: dan kasihanilah dia Tuhan yang Maha Penyayang.
c. Siraman tengah-tengah dengan membaca
wangafihi wangfunganhu ya zal jalaliwalikram wailaikal masirru
artinya: dan sejahterakanlah dia dan ampunilah kesahannya wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan dan kemulyaan dan kepada Engkaulah tempat kembali.
4. Mensucikan.
Setelah mayat dimandikan maka mayat disucikan dengan niat sebagai berikut:
a.niat mensucikan mayat perempuan dewasa.
Nawaitu istinja a hizihil mayati fardhal kifayah Lillahi Tangala
artinya: sengaja aku mensucikan ini mayat perempuan fardhu kifayah karna ALLAH.
b.niat mensucikan mayat laki-laki dewasa
Nawaitu istinja a hizal mayati fardhal kifayah Lillahi Tangala
artinya: sengaja aku mensucikan ini mayat laki-laki fardhu kifayah karna ALLAH.
c.niat mensucikan mayat anak - anak perempuan.
Nawaitu istinja a hizihil mayati taflati fardhal kifayah Lillahi Tangala
artinya: sengaja aku mensucikan ini mayat anak-anak perempuan fardhu kifayah Karna ALLAH.
d.Niat Mensucikan mayat anak-anak laki-laki.
Nawaitu istinja a hizal mayati tafli fardhal kifayah Lillahi Tangala
artinya : sengaja aku mensucikan ini mayat anak laki-laki fardhu kifayah karna ALLAH.
5. Siramlah dengan perlahan lahan air keseluruh tubuh simayat dan bersihkanlah bagian mulut.
6. Setelah bersih semua adapun memandikan mayat itu sekurang-kurangnya satu kali dengan syarat seluruh air sampai keseluruh tubuhnya.
Didalam pelaksanaan memandikan jenazah yang paling berhak adalah keluarga terdekat. Bila jenazah laki-laki maka dimandikan oleh laki-laki dan jenazah perempuan dimandikan perempuan. Jenazah laki-laki istrinya ikut memandikan dan begitu juga sebaliknya.
Cara memandikan jenazah minimal adalah meratakan air keseluruh tubuh jenazah setelah dibersihkan dari najis. Tata cara pelaksanaan yang lebih detil adalah sebagai berikut:
1. Tempat memandikan diruangan tertutup dan yang tidak ikut memandikan tidak boleh menyaksikan tubuh jenazah agar terhindat dari fitnah. Jenazah diletakkan ditempat yang lebih tinggi dari lantai misal di atas dipan atau tempat mandi mayat agar air bekas mandi tidak bolak balik ketubuh jenazah dan kepalanya ditinggikan sedikit dengan memakai bantal atau lipatan kain.
2. Untuk mengatasi kemungkinan adanya bau tidak sedap maka dianjurkan memakai wangi-wangian. 3. Kalau seandainya bertemu pada anggota badan jenazah luka-luka, memar ataupun ada yang rusak dalam tubuh jenazah dibersihkan dengan kapas dan tidak disabuni. Usahakan tidak melakukan kontak langsung dengan jenazah, pakailah sarung tangan untuk membersihkannya.
Syarat jenazah yang dimandikan adalah:
1. Jenazah itu orang islam
2. Didapati tubuhnya walaupun sedikit
3. Jenazah itu bukan mati syahid.
Cara-cara memandikan jenazah
1. Angkatlah jenazah dengan membaca shalawat dan doa.
Doanya sebagai berikut:
Artinya: Dengan Nama ALLAH dan atas agama Rasullullah.
Doa ini dibaca waktu memejamkan mata jenazah dan meluruskan yang bengkok-bengkok pada jenazah seperti tangan dan kaki.
Setelah itu memasang niat untuk memandikan jenazah. Niatnya sebagai berikut:
a. Niat memandikan mayat perempuan.
نويت الغسل هذه الميتة فرض القفية لله تعل
Artinya: sengaja aku memandikan ini mayat perempuan fardu kifayah karna ALLAH.
b. Niat memandikan mayat laki laki.
Nawaitu gusla hizal mayati fardhu kifayah Lillahitangala
Artinya: sengaja aku memandikan ini mayat laki-laki fardhu kifayah karena ALLAH.
2. Memandikan mayat mulailah dari sebelah kanan.
3. Sirami dengan bilangan ganjil pada awal memandikan sebanyak 3 kali dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Siraman sebelah kanan dengan membaca :
Allahummagfirlahu Ya Rahman
Artinya: ya AlLAH ampunilah dia wahai Tuhan yang Maha Pengasih.
b. Siraman sebelah kiri dengan membaca
warhamhu Ya Rahim
artinya: dan kasihanilah dia Tuhan yang Maha Penyayang.
c. Siraman tengah-tengah dengan membaca
wangafihi wangfunganhu ya zal jalaliwalikram wailaikal masirru
artinya: dan sejahterakanlah dia dan ampunilah kesahannya wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan dan kemulyaan dan kepada Engkaulah tempat kembali.
4. Mensucikan.
Setelah mayat dimandikan maka mayat disucikan dengan niat sebagai berikut:
a.niat mensucikan mayat perempuan dewasa.
Nawaitu istinja a hizihil mayati fardhal kifayah Lillahi Tangala
artinya: sengaja aku mensucikan ini mayat perempuan fardhu kifayah karna ALLAH.
b.niat mensucikan mayat laki-laki dewasa
Nawaitu istinja a hizal mayati fardhal kifayah Lillahi Tangala
artinya: sengaja aku mensucikan ini mayat laki-laki fardhu kifayah karna ALLAH.
c.niat mensucikan mayat anak - anak perempuan.
Nawaitu istinja a hizihil mayati taflati fardhal kifayah Lillahi Tangala
artinya: sengaja aku mensucikan ini mayat anak-anak perempuan fardhu kifayah Karna ALLAH.
d.Niat Mensucikan mayat anak-anak laki-laki.
Nawaitu istinja a hizal mayati tafli fardhal kifayah Lillahi Tangala
artinya : sengaja aku mensucikan ini mayat anak laki-laki fardhu kifayah karna ALLAH.
5. Siramlah dengan perlahan lahan air keseluruh tubuh simayat dan bersihkanlah bagian mulut.
6. Setelah bersih semua adapun memandikan mayat itu sekurang-kurangnya satu kali dengan syarat seluruh air sampai keseluruh tubuhnya.
Monday, February 18, 2019
Tata Cara Sholat Jenazah Laki-Laki Dan Perempuan Lengkap Dan Doa nya
Sebagi seorang muslim kita harus bisa mensholatkan jenazah paling tidak mensholatkan orang-orang terdekat kita. Untu kita harus tau syarat dan rukun dalam sholat jenazah. Adapun syaratnya sebagai berikut:
1. Apa yang menjadi syarat dalam sholat biasa nenjadi syarat juga dalam shalat jenazah, seperti menutup aurat, menghadap kiblat, suci tempat dan lainnya.
2. Jenazah sudah siap dimandikan dan dikafani.
3. Jenazah itu diletakkan di arah kiblat orang yang mensholatkan.
4. Kalau jenazah laki-laki imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah, kalau jenazahnya perempuan imam berdiri sejajar dengan pinggang jenazah.
Rukun Sholat Jenazah:
1 Niat
Niat sholat jenazah perempuan sebagai berikut:
Niat sholat jenazah laki-laki:
2. Sholat Jenazah mempunyai 4 takbir
3. Sesudah takbir pertama membaca surah al-fatihah
4. Sesudah takbir ke dua membaca shalawat nabi
5. Sesudah takbir ketiga membaca doa untuk si mayat.
Doa untuk si Mayat:
6. Sesudah takbir ke 4 membaca doa untuk orang yang tinggal.
Doa untuk orang yang tinggal:
8. Berdiri jika kuasa
9. Tertib.
1. Apa yang menjadi syarat dalam sholat biasa nenjadi syarat juga dalam shalat jenazah, seperti menutup aurat, menghadap kiblat, suci tempat dan lainnya.
2. Jenazah sudah siap dimandikan dan dikafani.
3. Jenazah itu diletakkan di arah kiblat orang yang mensholatkan.
4. Kalau jenazah laki-laki imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah, kalau jenazahnya perempuan imam berdiri sejajar dengan pinggang jenazah.
Rukun Sholat Jenazah:
1 Niat
Niat sholat jenazah perempuan sebagai berikut:
اُصَلِّيْ عَلَ هَزِهِ الْمَيَتِةِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَ اتٍ فَرْضُ
الْكِفَيَةِ للهِ تَعَلَ
artinya: sengaja aku mensholatkan ini mayat perempuan empat takbir fardhu kifayah karna ALLAH.Niat sholat jenazah laki-laki:
اُصَلِّيْ عَلَ هَزَ الْمَيَتِةِ اَرْبَعَ تَكْبِيْرَ اتٍ فَرْضُ الْكِفَيَةِ
للهِ تَعَلَ
artinya: sengaja aku mensholatkan ini mayat laki-laki 4 takbir fardhu kifayah karna ALLAH.2. Sholat Jenazah mempunyai 4 takbir
3. Sesudah takbir pertama membaca surah al-fatihah
4. Sesudah takbir ke dua membaca shalawat nabi
5. Sesudah takbir ketiga membaca doa untuk si mayat.
Doa untuk si Mayat:
Allahumag firlahu warhamhu
wangafihi wangfunganhu waakrim nuzulahu wawasangmadkalahu wagsilhu bilmaii
wassalki walbaradi wanakkahi minalkhataya kama yunakkha sawbu abyadu
minaddanasi waabdilhu daraakhayran min darihi waahla khayran min ahlihi wazawja
khayran min zawjihi wakhihi fitnatall kabri wangazabannaar
6. Sesudah takbir ke 4 membaca doa untuk orang yang tinggal.
Doa untuk orang yang tinggal:
Allhumma la tahrimna ajrahu wala
taftinna bangdahu wagfirlana walahu
7. Membaca salam8. Berdiri jika kuasa
9. Tertib.
Subscribe to:
Comments (Atom)
