Tuesday, February 19, 2019

Tata Cara Memandikan Jenazah Lengkap Menurut Sunnah

Memandikan Jenazah.
Didalam pelaksanaan memandikan jenazah yang paling berhak adalah keluarga terdekat. Bila jenazah laki-laki maka dimandikan oleh laki-laki dan jenazah perempuan dimandikan perempuan. Jenazah laki-laki istrinya ikut memandikan dan begitu juga sebaliknya.

 Cara memandikan jenazah minimal adalah meratakan air keseluruh tubuh jenazah setelah dibersihkan dari najis. Tata cara pelaksanaan yang lebih detil adalah sebagai berikut:

 1. Tempat memandikan diruangan tertutup dan yang tidak ikut memandikan tidak boleh menyaksikan tubuh jenazah agar terhindat dari fitnah. Jenazah diletakkan ditempat yang lebih tinggi dari lantai misal di atas dipan atau tempat mandi mayat agar air bekas mandi tidak bolak balik ketubuh jenazah dan kepalanya ditinggikan sedikit dengan memakai bantal atau lipatan kain.

 2. Untuk mengatasi kemungkinan adanya bau tidak sedap maka dianjurkan memakai wangi-wangian. 3. Kalau seandainya bertemu pada anggota badan jenazah luka-luka, memar ataupun ada yang rusak dalam tubuh jenazah dibersihkan dengan kapas dan tidak disabuni. Usahakan tidak melakukan kontak langsung dengan jenazah, pakailah sarung tangan untuk membersihkannya.

 Syarat jenazah yang dimandikan adalah:
1. Jenazah itu orang islam
2. Didapati tubuhnya walaupun sedikit
3. Jenazah itu bukan mati syahid.

 Cara-cara memandikan jenazah
1. Angkatlah jenazah dengan membaca shalawat dan doa.
Doanya sebagai berikut:

Artinya: Dengan Nama ALLAH dan atas agama Rasullullah.
Doa ini dibaca waktu memejamkan mata jenazah dan meluruskan yang bengkok-bengkok pada jenazah seperti tangan dan kaki.
Setelah itu memasang niat untuk memandikan jenazah. Niatnya sebagai berikut:
a. Niat memandikan mayat perempuan.

نويت الغسل هذه الميتة فرض القفية لله تعل
Artinya: sengaja aku memandikan ini mayat perempuan fardu kifayah karna ALLAH.

b. Niat memandikan mayat laki laki.
Nawaitu gusla hizal mayati fardhu kifayah Lillahitangala
Artinya: sengaja aku memandikan ini mayat laki-laki fardhu kifayah karena ALLAH.

2. Memandikan mayat mulailah dari sebelah kanan.
   
3. Sirami dengan bilangan ganjil pada awal memandikan sebanyak 3 kali dengan ketentuan sebagai berikut:
 a. Siraman sebelah kanan dengan membaca :
Allahummagfirlahu Ya Rahman
Artinya: ya AlLAH ampunilah dia wahai Tuhan yang Maha Pengasih.

b. Siraman sebelah kiri dengan membaca
   warhamhu Ya Rahim
artinya: dan kasihanilah dia Tuhan yang Maha Penyayang.

c. Siraman tengah-tengah dengan membaca
  wangafihi wangfunganhu ya zal jalaliwalikram wailaikal masirru
artinya: dan sejahterakanlah dia dan ampunilah kesahannya wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan dan kemulyaan dan kepada Engkaulah tempat kembali.

4. Mensucikan.
Setelah mayat dimandikan maka mayat disucikan dengan niat sebagai berikut:

a.niat mensucikan mayat perempuan dewasa.
Nawaitu istinja a hizihil mayati fardhal kifayah Lillahi Tangala
artinya: sengaja aku mensucikan ini mayat perempuan fardhu kifayah karna ALLAH.

b.niat mensucikan mayat laki-laki dewasa
Nawaitu istinja a hizal mayati fardhal kifayah Lillahi Tangala
artinya: sengaja aku mensucikan ini mayat laki-laki fardhu kifayah karna ALLAH.

c.niat mensucikan mayat anak - anak perempuan.
Nawaitu istinja a hizihil mayati taflati fardhal kifayah Lillahi Tangala
artinya: sengaja aku mensucikan ini mayat anak-anak perempuan fardhu kifayah Karna ALLAH.

d.Niat Mensucikan mayat anak-anak laki-laki.
Nawaitu istinja a hizal mayati tafli fardhal kifayah Lillahi Tangala
artinya : sengaja aku mensucikan ini mayat anak laki-laki fardhu kifayah karna ALLAH.

5. Siramlah dengan perlahan lahan air keseluruh tubuh simayat dan bersihkanlah bagian mulut.

6. Setelah bersih semua adapun memandikan mayat itu sekurang-kurangnya satu kali dengan syarat seluruh air sampai keseluruh tubuhnya.

No comments:

Post a Comment